Scroll untuk melanjutkan membaca
Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia

Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia

  Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia 



Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia. kali ini kita masuk di segmen metropedia yang kali ini kita akan ungkap temuan bahwa ada potensi bencana besar yang akan menghantam Indonesia.

Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia    Waspada ada potensi tsunami megatrust di Indonesia. kali ini kita masuk di segmen metropedia yang kali ini kita akan ungkap temuan bahwa ada potensi bencana besar yang akan menghantam Indonesia.    pemirsa sejumlah peneliti ini mengungkapkan bahwa ada potensi tsunami yang bisa setinggi 34 meter di Indonesia. ini berarti prediksi ketinggian tsunami melebihi tsunami Aceh. Nah ada penulis utama dari BMKG. peppen Supendi dari penelitiannya mengungkap bahwa potensi ini berkaitan dengan tingkat kegempaan di yang tinggi yang di dalam serta juga di wilayah Jawa Barat dan juga Sumatera.   yang merupakan akibat dari pertemuan lempeng indo-australia dan juga subduksi di bawah lempeng Sunda. nah ini ada datanya di sebelah saya ini Jadi ini ada temuan Ya pemirsa. jadi ini ini benar-benar nyata Jadi bukan ada hasil rekayasa. Jadi mereka sudah berkumpul dalam penelitian ini terdapat sejumlah ahli kegemparan dalam negeri.  ada Dwikora karenawati kemudian juga ada dari tato yatimantoro dan juga dari BMKG dari green juga ada termasuk dari University of Cambridge. juga ikutan di sini termasuk dari bnpp sehingga penelitian ini sangat tidak main-main dan bukan sembarangan.   jadi tim peneliti ini memanfaatkan katalog data seismik yang bersumber dari BMKG. Kemudian dari pusat penelitian seismik internasional periode April 2009 sampai Juli 2020 untuk melakukan people center gempa.   Jadi mereka berkumpul kemudian hasil penelitiannya ditemukanlah bahwa ini akan ada celah seismik besar di Selatan Jawa Barat dan Sumatera bagian Tenggara yang berpotensi menjadi gempa yang besar.   sekali magnitude-nya 8,9 potensi tsunaminya adalah 34 m ini tinggi sekali ya pemirsa ya. Nah sebenarnya jika kita berbicara soal megatras. Jika dilihat dari definisinya Megatron ini adalah kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kotak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subjek eh subduksi. Nah karena gerakan relatif lempeng ini yang tidak terbendung tekanan terakumulasi di area 2 lempeng tersebut dan akhirnya saling mengunci.   sehingga di Lepaskanlah melalui gempa megatras. jadi ini ada kekuatan yang ditahan kemudian terlepas begitu ya. sumber gempa megatras biasanya ada di bawah laut pemirsa. Megatron ini memiliki potensi menimbulkan tsunami yang karena ada pergerakan besar vertikal dasar laut. selama gempa terjadi baik Nah megatros itu tadi definisinya sudah ada apa kemudian ini mana sih sebenarnya wilayah Indonesia. yang akan menjadi perhatiannya Nah karena negara kita terletak pada bagian cincin api Pasifik.   yang membuat Indonesia rentan bencana terutama gempa dan tsunami. dalam buku pusat studi gempa nasional disebutkan bahwa sumber gempa dari segmen megatras hanya berjumlah 13 segmen. tapi ini bukan hanya sebenarnya Jadi kami coba ilustrasikan di sebelah kanan saya kalau bisa difokuskan atau di eee di sebelah pertanyaan pemirsa jadi ini adalah segmentasi megatra di Indonesia.   ada beberapa satu  adalah ini Barat Sumatera ada enam segmen kalau misalnya kita bisa lihat di sebelah sini pemirsa ya. Oke ini ada 6 kemudian juga Selatan Jawa ada 3 segmen Selatan Bali hingga Sumba ada satu segmen Utara Sulawesi ada satu segmen lalu Maluku ada satu segmen dan Utara Papua ada satu segmen ini adalah yang sudah dipetakan.   Nah kemudian yang berwarna orange yang ada saksikan ini adalah ilustrasi misalnya keberadaan subduksi lempeng indo-australia yang menunjang ke bawah lempeng eurosia ini merupakan generator kuat sekali untuk terjadi gempa.   Jadi wajar jika Selatan Jawa ini menjadi kawasan rawan gempa dan juga tsunami dari data BMKG ini menyebutkan bahwa gempa di atas 7,0 dijual ini terjadi sekitar 19 kali kalau dihitung dari tahun 1840 sampai 2006 dan kalau tsunaminya sendiri ini ada lima kali sudah pernah terjadi begitu.   nah ini menurut kepala mitigasi gempa bumi dan tsunami BMKG dari ono berdasarkan frekuensi Kejadian gempa yang rusak sesar aktif sebenarnya lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan serta jiwa dibandingkan dengan Mega trust.   namun megatraas sebenarnya relatif jarang terjadi hanya saja sumber gempa megatras ini mampu membangkitkan gempa dahsyat dengan magnitudo 8 hingga 9.   jadi meskipun jarang ternyata dampaknya besar sekali sementara sumber gempa sesar aktif rata-rata hanya mampu memicu gempa paling tinggi 7,5 yang membuat beda gempa sesar aktif yang lebih sering terjadi banyak berpusat di daratan dekat perkotaan.  kemudian bahkan tempat tinggal kita sendiri pemirsa begitu. Oke jadi ini adalah potensi skenario terburuk Ya pemirsa. Jadi bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dalam waktu dekat. sehingga Kapan terjadinya ini tidak ada satu orang pun sebenarnya yang tahu.   untuk itu dalam kondisi tidak pasti Kapan terjadi ini kita semua harus melakukan Upaya mitigasi dan penelitian ini. sebenarnya bukan untuk membuat kita takut atau membuat kita panik sudah cukup banyak sebenarnya peristiwa bencana ini di masa lalu.   Jadi kita perlu untuk terus memperlajarinya untuk meminimalisir dampak dari megatrasi itu sendiri. sekali lagi karena tinggal karena kita tinggal di negara yang alamnya subur namun juga rentan bencana pemirsa sudah pasti bencana ini akan terjadi.   Tinggal kita yang harus beradaptasi jadi Oleh karena itu orang-orang yang meneliti peristiwa ini juga orang-orang yang sangat paham dibilangnya sehingga kajian-kajian seperti ini diperlukan untuk memberikan Rekomendasi ke kita ke pemerintah soal Apa yang harus kita lakukan ke depannya.   begitu Nah itulah Kenapa setiap ada kajian seputar bencana ujung-ujungnya sudah pasti akan membahas mitigasi bencana sudah siap.   belum seandainya ini amit-amit begitu seandainya terjadi potensi tsunami 34 meter ini nah gunanya penelitian ini juga membuat kita punya rencana penanganan bencana.   namun Apakah dari pemerintah juga siap kemudian juga bagaimana dengan pemerintah di daerah apakah sudah Satu Frekuensi soal penanganan bencana.   inilah yang kemudian disampaikan pakar tsunami Brin udjokongko yang menyatakan bahwa ini ada pernyataannya ya review kita perlu review kembali dokumen rencana kontenjensi dan juga rencana operasi si peta-peta jalur evakuasi kemudian juga sistem peringatan dininya untuk mitigasi tsunami terutama di daerah-daerah pesisir Jawa dan Sumatera nah jika kondisinya saat ini sudah ada permukiman-perumukiman manusia di daerah pesisir.   Bagaimana kemudian kita mengatur tata ruang dan pergerakan saat tanda-tanda tsunami muncul inilah butuh fokus pemikiran juga untuk kita menjadi Sigap terhadap bencana begitu dan yang terpenting pemirsa juga harus kita semua sebenarnya harus mau meluangkan waktu untuk tahu langkah-langkah kalau misalnya terjadi dalam atau terjebak dalam kondisi darurat itu.   seperti apa kita tetap berdoa bahwa tidak ada peristiwa mengerikan yang akan terjadi sekaligus tidak lupa berusaha untuk bisa beradaptasi memahami alam.


  pemirsa sejumlah peneliti ini mengungkapkan bahwa ada potensi tsunami yang bisa setinggi 34 meter di Indonesia. ini berarti prediksi ketinggian tsunami melebihi tsunami Aceh. Nah ada penulis utama dari BMKG. peppen Supendi dari penelitiannya mengungkap bahwa potensi ini berkaitan dengan tingkat kegempaan di yang tinggi yang di dalam serta juga di wilayah Jawa Barat dan juga Sumatera.


 yang merupakan akibat dari pertemuan lempeng indo-australia dan juga subduksi di bawah lempeng Sunda. nah ini ada datanya di sebelah saya ini Jadi ini ada temuan Ya pemirsa. jadi ini ini benar-benar nyata Jadi bukan ada hasil rekayasa. Jadi mereka sudah berkumpul dalam penelitian ini terdapat sejumlah ahli kegemparan dalam negeri.


ada Dwikora karenawati kemudian juga ada dari tato yatimantoro dan juga dari BMKG dari green juga ada termasuk dari University of Cambridge. juga ikutan di sini termasuk dari bnpp sehingga penelitian ini sangat tidak main-main dan bukan sembarangan.


 jadi tim peneliti ini memanfaatkan katalog data seismik yang bersumber dari BMKG. Kemudian dari pusat penelitian seismik internasional periode April 2009 sampai Juli 2020 untuk melakukan people center gempa.


 Jadi mereka berkumpul kemudian hasil penelitiannya ditemukanlah bahwa ini akan ada celah seismik besar di Selatan Jawa Barat dan Sumatera bagian Tenggara yang berpotensi menjadi gempa yang besar.


 sekali magnitude-nya 8,9 potensi tsunaminya adalah 34 m ini tinggi sekali ya pemirsa ya. Nah sebenarnya jika kita berbicara soal megatras. Jika dilihat dari definisinya Megatron ini adalah kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kotak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subjek eh subduksi. Nah karena gerakan relatif lempeng ini yang tidak terbendung tekanan terakumulasi di area 2 lempeng tersebut dan akhirnya saling mengunci.


 sehingga di Lepaskanlah melalui gempa megatras. jadi ini ada kekuatan yang ditahan kemudian terlepas begitu ya. sumber gempa megatras biasanya ada di bawah laut pemirsa. Megatron ini memiliki potensi menimbulkan tsunami yang karena ada pergerakan besar vertikal dasar laut. selama gempa terjadi baik Nah megatros itu tadi definisinya sudah ada apa kemudian ini mana sih sebenarnya wilayah Indonesia. yang akan menjadi perhatiannya Nah karena negara kita terletak pada bagian cincin api Pasifik. 


yang membuat Indonesia rentan bencana terutama gempa dan tsunami. dalam buku pusat studi gempa nasional disebutkan bahwa sumber gempa dari segmen megatras hanya berjumlah 13 segmen. tapi ini bukan hanya sebenarnya Jadi kami coba ilustrasikan di sebelah kanan saya kalau bisa difokuskan atau di eee di sebelah pertanyaan pemirsa jadi ini adalah segmentasi megatra di Indonesia.


 ada beberapa satu adalah ini Barat Sumatera ada enam segmen kalau misalnya kita bisa lihat di sebelah sini pemirsa ya. Oke ini ada 6 kemudian juga Selatan Jawa ada 3 segmen Selatan Bali hingga Sumba ada satu segmen Utara Sulawesi ada satu segmen lalu Maluku ada satu segmen dan Utara Papua ada satu segmen ini adalah yang sudah dipetakan. 


Nah kemudian yang berwarna orange yang ada saksikan ini adalah ilustrasi misalnya keberadaan subduksi lempeng indo-australia yang menunjang ke bawah lempeng eurosia ini merupakan generator kuat sekali untuk terjadi gempa. 


Jadi wajar jika Selatan Jawa ini menjadi kawasan rawan gempa dan juga tsunami dari data BMKG ini menyebutkan bahwa gempa di atas 7,0 dijual ini terjadi sekitar 19 kali kalau dihitung dari tahun 1840 sampai 2006 dan kalau tsunaminya sendiri ini ada lima kali sudah pernah terjadi begitu.


 nah ini menurut kepala mitigasi gempa bumi dan tsunami BMKG dari ono berdasarkan frekuensi Kejadian gempa yang rusak sesar aktif sebenarnya lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan serta jiwa dibandingkan dengan Mega trust.


 namun megatraas sebenarnya relatif jarang terjadi hanya saja sumber gempa megatras ini mampu membangkitkan gempa dahsyat dengan magnitudo 8 hingga 9.


 jadi meskipun jarang ternyata dampaknya besar sekali sementara sumber gempa sesar aktif rata-rata hanya mampu memicu gempa paling tinggi 7,5 yang membuat beda gempa sesar aktif yang lebih sering terjadi banyak berpusat di daratan dekat perkotaan.


kemudian bahkan tempat tinggal kita sendiri pemirsa begitu. Oke jadi ini adalah potensi skenario terburuk Ya pemirsa. Jadi bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dalam waktu dekat. sehingga Kapan terjadinya ini tidak ada satu orang pun sebenarnya yang tahu.


 untuk itu dalam kondisi tidak pasti Kapan terjadi ini kita semua harus melakukan Upaya mitigasi dan penelitian ini. sebenarnya bukan untuk membuat kita takut atau membuat kita panik sudah cukup banyak sebenarnya peristiwa bencana ini di masa lalu.


 Jadi kita perlu untuk terus memperlajarinya untuk meminimalisir dampak dari megatrasi itu sendiri. sekali lagi karena tinggal karena kita tinggal di negara yang alamnya subur namun juga rentan bencana pemirsa sudah pasti bencana ini akan terjadi. 


Tinggal kita yang harus beradaptasi jadi Oleh karena itu orang-orang yang meneliti peristiwa ini juga orang-orang yang sangat paham dibilangnya sehingga kajian-kajian seperti ini diperlukan untuk memberikan Rekomendasi ke kita ke pemerintah soal Apa yang harus kita lakukan ke depannya.


 begitu Nah itulah Kenapa setiap ada kajian seputar bencana ujung-ujungnya sudah pasti akan membahas mitigasi bencana sudah siap.


 belum seandainya ini amit-amit begitu seandainya terjadi potensi tsunami 34 meter ini nah gunanya penelitian ini juga membuat kita punya rencana penanganan bencana.


 namun Apakah dari pemerintah juga siap kemudian juga bagaimana dengan pemerintah di daerah apakah sudah Satu Frekuensi soal penanganan bencana.


 inilah yang kemudian disampaikan pakar tsunami Brin udjokongko yang menyatakan bahwa ini ada pernyataannya ya review kita perlu review kembali dokumen rencana kontenjensi dan juga rencana operasi si peta-peta jalur evakuasi kemudian juga sistem peringatan dininya untuk mitigasi tsunami terutama di daerah-daerah pesisir Jawa dan Sumatera nah jika kondisinya saat ini sudah ada permukiman-perumukiman manusia di daerah pesisir.


 Bagaimana kemudian kita mengatur tata ruang dan pergerakan saat tanda-tanda tsunami muncul inilah butuh fokus pemikiran juga untuk kita menjadi Sigap terhadap bencana begitu dan yang terpenting pemirsa juga harus kita semua sebenarnya harus mau meluangkan waktu untuk tahu langkah-langkah kalau misalnya terjadi dalam atau terjebak dalam kondisi darurat itu.


 seperti apa kita tetap berdoa bahwa tidak ada peristiwa mengerikan yang akan terjadi sekaligus tidak lupa berusaha untuk bisa beradaptasi memahami alam.