Scroll untuk melanjutkan membaca
Berikut Alasannya kenapa ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa

Berikut Alasannya kenapa ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa

 Berikut Alasannya kenapa ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa


 Hai semua ketemu lagi sama aku Luna Selamat datang di channel ngomongin uang. pernah nggak kamu mikir kenapa sih ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa. mulai dari jumlah penduduk lapangan kerja transportasi fasilitas umum sampai pusat hiburan juga kebanyakan di pulau Jawa. dan kota-kota besarnya kayak Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain..

Berikut Alasannya kenapa ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa   Hai semua ketemu lagi sama aku Luna Selamat datang di channel ngomongin uang. pernah nggak kamu mikir kenapa sih ekonomi di Indonesia itu terpusat banget di Pulau Jawa. mulai dari jumlah penduduk lapangan kerja transportasi fasilitas umum sampai pusat hiburan juga kebanyakan di pulau Jawa. dan kota-kota besarnya kayak Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain.   padahal Coba aja kalau pembangunan di pulau-pulau lain bisa sama pesatnya kayak di Pulau Jawa. Wah Nggak kebayang deh betapa besarnya negara Indonesia yang punya belasan ribu pulau. kalau kita lihat di negara-negara maju, pembangunan negara tuh biasanya enggak terpusat di satu wilayah doang tapi nyebar kemana-mana. kamu yang mungkin suka nonton drama Korea atau Jepang mungkin bisa ngeliat ya kalau daerah-daerah pelosok dan pedesaan di negara maju. itu punya fasilitas umum di level standard yang gak kalah gitu ya.   kalau misalnya dibandingin sama kota-kota besar tapi kalau di Indonesia kok kayaknya timpang banget ya. daerah-daerah lain di Pulau Jawa tuh keliatan jauh banget Tertinggal dari sisi pembangunan dan perputaran ekonomi.   Emang sih Mayoritas penduduk Indonesia itu tinggal di Jawa. dengan populasi sekitar 149 juta jiwa atau sekitar 56% dari total penduduk Indonesia bahkan separuh dari ekonomi GDP nasional kita tuh terpusat di Jawa. dengan kontribusi sebesar 58,7% terhadap GDP.   sekarang balik lagi nih ke Pertanyaan kenapa setelah 77 tahun merdeka pembangunan kita masih aja terpusat di Jawa. nah buat ngejawab pertanyaan itu mau nggak mau kita perlu bahas sejarah panjang kepulauan nusantara.   karena persoalan ketimpangan antara Jawa dan luar Jawa ini tuh udah terjadi jauh bahkan sebelum Indonesia merdeka. dimana masalahnya Nggak cuman tentang pembangunan ekonomi tapi juga masalah sosial kondisi alam sejarah bahkan politik.   Yuk kita bahas bareng yang pertama buat kamu yang inget pelajaran sejarah. dulu mungkin masih inget nih beberapa kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian besar wilayah nusantara. kaya Majapahit Sriwijaya Pajajaran Demak dan lain-lain.   yang mana bisa dibilang nih kerajaan-kerajaan besar ini berpusat di wilayah Indonesia bagian barat khususnya di Pulau Jawa. tapi kenapa ya peradaban besar di masa lampau ini berkembangnya di Jawa.   salah satunya itu adalah karena faktor geografis pulau Jawa bisa dibilang punya jajaran gunung berapi paling banyak dibanding pulau lain. di Nusantara dengan banyaknya gunung vulkanik. karena di Pulau Jawa itu sangat subur buat pertanian dan ketahanan pangan buat masyarakat nusantara di masa lampau.   dengan tanah yang subur otomatis pulau Jawa Jadi lokasi yang bisa menopang populasi penduduk yang lebih besar. kalau misalnya dibandingin sama pulau-pulau lain Nah dengan jumlah populasi yang berlimpah ini. artinya ada banyak tenaga kerja manusia yang yang bisa muter roda perekonomian. dan dengan kekuatan jumlah penduduk juga ketahanan pangan yang baik masyarakat di Jawa.   berkembang jadi peradaban besar sampai jadi kerajaan-kerajaan kuat di nusantara. yang peninggalan sejarahnya itu masih bisa kita lihat sampai sekarang.   lanjut di masa perdagangan jalur sutra pulau Jawa. lagi-lagi salah satu pusat distribusi dan perdagangan dunia. dimana pantai utara di Pulau Jawa itu jadi Dermaga. Dermaga besar tempat persinggahan para saudagar dari seluruh dunia. buat beli hasil bumi berupa rempah-rempah dari wilayah nusantara bagian timur.   saking strategisnya pulau Jawa. VOC itu sampai ngebet banget mindahin markas pusat mereka yang tadinya di Ambon jadi ke Batavia di tahun 1616. dan sejak pemindahan markas VOC tersebut Batavia jadi pusat perdagangan yang paling ramai di Asia.   karena ia semua kapal dagang hampir dipastiin bakalan singgah dulu di kota ini hasilnya pembangunan di Pulau Jawa. pada saat kalau misalnya dibandingin sama pulau lain ada banyak proyek pembangunan di Jawa yang dilakukan sama VOC dan juga pemerintah Hindia Belanda Selama ratusan tahun.   beberapa diantaranya bisa kita lihat ya bahkan sampai sekarang. kayak gedung kantor pemerintahan pelabuhan di Semarang dan Surabaya. Sampai infrastruktur pendukung kayak Jalan Jembatan dan jalur kereta api di sisi lain di akhir abad 18 sampai awal abad 19 era kejayaan rempah mulai berakhir.   nih dan digantiin sama era kemasan komunitas gula dan kopi dan lagi-lagi pulau Jawa jadi pemasok gula terbesar kedua di dunia. setelah kuba di pertengahan abad 19 hal ini juga nih yang bikin pengusaha lokal Nusantara asal Semarang namanya tuit tionghan bisa jadi salah satu orang terkaya di Asia pada masanya.   di sisi lain pembangunan di wilayah timur Nusantara jadi makin ditinggalin. karena harga komoditas rempah jatuh gara-gara banyak di seluruh daerah lain.   Oke sampai sini kita udah bahas Kenapa sih pulau Jawa udah jadi pusat ekonomi di nusantara bahkan Jauh sebelum Indonesia merdeka. tapi mungkin kamu masih penasaran gitu kita kan udah 77 tahun merdeka kenapa sampai sekarang ekonomi masih terpusat di Jawa dan belum terdistribusi ke daerah luar Jawa.   persoalan ini sebenarnya Kompleks banget ya. karena ini tuh udah terpengaruh sama situasi sosial politik dan juga faktor alam selama berabad-abad. kaya yang aku ceritain tadi tapi di video ini aku Coba jelasin secara garis besar ya.   pasca kemerdekaan Jakarta itu jadi ibukota negara karena sebelumnya udah dijadiin pusat pemerintahan sama pemerintah kolonial. dan tentunya punya kondisi infrastruktur yang paling memadai kalau misalnya dibandingin sama kota-kota besar lain. dan ketimpangan ini semakin meningkat ketika Bung Karno di pemerintahan orde lama bikin proyek mercusuar yang berisi program pembangunan kepala raksasa di zamannya.   hasil pembangunan ini masih bisa kita lihat ya sampai sekarang kayak Monas gedung DPR Gelora Bung Karno dan masih banyak lagi. Semenjak itu sejak awal kemerdekaan daerah-daerah di pulau lain masih dirundung ketidakstabilan politik dan pemberontakan yang akhirnya bikin agenda pembangunan jadi teralihkan. nih sama operasi-operasi militer buat meredam pemberontakan daerah di era era selanjutnya.   ketimpangan pembangunan di Jawa dan luar Jawa Makin gak terhindarkan karena adanya efek aglomerasi industri. efek aglomerasi adalah kondisi dimana pemusatan ekonomi di wilayah geografis yang berdekatan cenderung bikin percepatan ekonomi jadi makin cepat dan juga nguntungin.   hal ini bikin banyak investor dan pengusaha nggak mau Nih ngambil risiko buat bikin proyek di wilayah lain. selain Pulau Jawa alasannya ya jelas dengan bikin pengembangan di Pulau Jawa. lingkungan di sekitar tuh udah mendukung buat percepatan proyek. itu penduduknya banyak fasilitasnya lengkap akses sumber daya juga gampang.   Hal inilah yang bikin investasi di wilayah luar Jawa masih rendah banget kalau misalnya dibandingin sama wilayah Jawa. bayangin aja nih di tahun 2021 lalu dari seluruh dana investasi ke Indonesia 48% itu diinvestasi ke wilayah Jawa dan sisanya dibagi-bagi ke berbagai daerah lain.   angka ini juga sebenarnya udah lumayan bagus kalau misalnya dibandingin sama tohun sebelumnya di mana investasi buat wilayah Jawa lebih dari Separuh tentunya. fenomena ini justru bikin pembangunan di wilayah lain jadi makin Tertinggal. karena cuman dikit nih investor yang minat di pulau lain.   ya pada dasarnya kan Hampir semua investor dan pengusaha tentu Pengen dong cepat balik modal dan untung. sementara investasi di pulau lain gak bisa nawarin keuntungan yang cepat dengan pemusatan ekonomi.    ujung-ujungnya banyak orang luar Jawa yang merantau ke Jawa. dan kampung halaman mereka jadi makin tertinggal lagi karena penduduknya lebih milih berkarya di Jawa. ketimbang ngebangun kampung halaman mereka.   jadi fenomena ketimpangan ekonomi ini tuh udah mirip lingkaran setan yang terus berkaitan satu sama lain. Nah sekarang mungkin kita heran gitu ya. Kok bisa sih negara-negara maju punya pembangunan yang lebih merata.   Kok kita nggak bisa sih niru gaya mereka.   ada 3 faktor nih yang sebetulnya bikin banyak negara lain bisa punya pembangunan yang merata.   yang pertama adalah faktor geografis dimana bisa dibilang Indonesia kurang diuntungin karena bentuk negara kita adalah kepulauan. dimana bentuk kepulauan ini jadi hambatan besar buat bisa distribusiin sumber daya antara satu pulau ke pulau lain.   sementara di negara-negara maju kebanyakan daerah mereka bukan kepulauan besar kayak kita jadinya cukup satu proyek transportasi besar itu tuh udah bisa menjangkau seluruh pelosok wilayah negaranya.   dimana keterhubungan antara kota besar sampai daerah ini ibarat itu urat nadi pembangunan distribusi bahan baku dan tenaga kerja jadi lebih fleksibel. sementara wilayah Indonesia yang bentuknya kepulauan hal itu bikin distribusi pembangunan jadi nggak praktis.   kalau negara lain perlu bikin satu Proyek besar Indonesia perlu bikin beberapa Proyek besar secara terpisah buat bikin seluruh Indonesia terhubung.   yang kedua perlu ada ketegasan dari pemerintah nih. buat mau dan rela untuk mulai pembangunan di daerah-daerah dan siap menerima konsekuensi kalau jangka waktu balik modalnya itu emang bakal lebih lama. karena kalau nggak dimulai mau sampai kapan daerah di luar Indonesia tuh nggak berkembang.   di sinilah perlu ada pemisahan bahwa pengeluaran negara nggak melulu harus didasarin kepentingan bisnis dan keuntungan dari investasi. dan pemerintah di banyak negara maju bisa dibilang mereka tuh rela ngambil resiko ini. dimana pemerintahannya rela menggalakan Pembangunan Daerah tanpa terlalu mikirin keuntungan jangka pendek.   salah satunya adalah gerakan Pembangunan Daerah Korea yang dinamain Samuel. ada juga gerakan transformasi desa di Cina yang bisa menyulap banyak  desa jadi kota industri kelas dunia cashinzen dan juga Guangzhou.   dan faktor yang ketiga adalah perencanaan matang jangka panjang yang bisa dibilang belum terlaksana dari pembangunan yang udah dilakuin di beberapa daerah.  faktanya ada banyak banget pembangunan fasilitas yang nelen biaya sampai terdengar rupiah di berbagai daerah tapi nggak didasarin sama pertimbangan jangka panjang. seringkali pembangunan itu cuma dipicus sama momentum jangka pendek tapi nggak dipikirin nih faktor kebutuhan jangka panjangnya.   beberapa contoh fasilitas pembangunan yang malah sepi serta ada resmi itu ada bandara Kertajati di Majalengka. biaya 2,6 Triliun Rupiah tapi nggak nerima penerbangan komersil sejak tahun 2020. terus ada juga bandara JB Sudirman di Purbalingga yang belum ada jadwal penerbangan padahal udah ngabisin 350 miliar rupiah. ada juga lrt di Palembang yang dinilai sepi penumpang padahal proyeknya itu besar banget sampai  biaya lebih dari 10 Triliun Rupiah.   Nah itulah beberapa faktor yang masih Jadi PR besar buat banyak pihak untuk bisa mewujudkan pembangunan dan ekonomi yang merata Indonesia.   semoga video singkat ini bisa menambah wawasan kamu semua khususnya yang masih suka penasaran kenapa sih Indonesia ini terkesan terlalu terpusat di Jawa sampai ketemu lagi di video selanjutnya tetapi channel ngomongin uang karena ngomongin uang nggak ada habisnya


 padahal Coba aja kalau pembangunan di pulau-pulau lain bisa sama pesatnya kayak di Pulau Jawa. Wah Nggak kebayang deh betapa besarnya negara Indonesia yang punya belasan ribu pulau. kalau kita lihat di negara-negara maju, pembangunan negara tuh biasanya enggak terpusat di satu wilayah doang tapi nyebar kemana-mana. kamu yang mungkin suka nonton drama Korea atau Jepang mungkin bisa ngeliat ya kalau daerah-daerah pelosok dan pedesaan di negara maju. itu punya fasilitas umum di level standard yang gak kalah gitu ya.


 kalau misalnya dibandingin sama kota-kota besar tapi kalau di Indonesia kok kayaknya timpang banget ya. daerah-daerah lain di Pulau Jawa tuh keliatan jauh banget Tertinggal dari sisi pembangunan dan perputaran ekonomi.


 Emang sih Mayoritas penduduk Indonesia itu tinggal di Jawa. dengan populasi sekitar 149 juta jiwa atau sekitar 56% dari total penduduk Indonesia bahkan separuh dari ekonomi GDP nasional kita tuh terpusat di Jawa. dengan kontribusi sebesar 58,7% terhadap GDP.


 sekarang balik lagi nih ke Pertanyaan kenapa setelah 77 tahun merdeka pembangunan kita masih aja terpusat di Jawa. nah buat ngejawab pertanyaan itu mau nggak mau kita perlu bahas sejarah panjang kepulauan nusantara.


 karena persoalan ketimpangan antara Jawa dan luar Jawa ini tuh udah terjadi jauh bahkan sebelum Indonesia merdeka. dimana masalahnya Nggak cuman tentang pembangunan ekonomi tapi juga masalah sosial kondisi alam sejarah bahkan politik.


 Yuk kita bahas bareng yang pertama buat kamu yang inget pelajaran sejarah. dulu mungkin masih inget nih beberapa kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian besar wilayah nusantara. kaya Majapahit Sriwijaya Pajajaran Demak dan lain-lain.


 yang mana bisa dibilang nih kerajaan-kerajaan besar ini berpusat di wilayah Indonesia bagian barat khususnya di Pulau Jawa. tapi kenapa ya peradaban besar di masa lampau ini berkembangnya di Jawa.


 salah satunya itu adalah karena faktor geografis pulau Jawa bisa dibilang punya jajaran gunung berapi paling banyak dibanding pulau lain. di Nusantara dengan banyaknya gunung vulkanik. karena di Pulau Jawa itu sangat subur buat pertanian dan ketahanan pangan buat masyarakat nusantara di masa lampau.


 dengan tanah yang subur otomatis pulau Jawa Jadi lokasi yang bisa menopang populasi penduduk yang lebih besar. kalau misalnya dibandingin sama pulau-pulau lain Nah dengan jumlah populasi yang berlimpah ini. artinya ada banyak tenaga kerja manusia yang yang bisa muter roda perekonomian. dan dengan kekuatan jumlah penduduk juga ketahanan pangan yang baik masyarakat di Jawa.


 berkembang jadi peradaban besar sampai jadi kerajaan-kerajaan kuat di nusantara. yang peninggalan sejarahnya itu masih bisa kita lihat sampai sekarang. 


lanjut di masa perdagangan jalur sutra pulau Jawa. lagi-lagi salah satu pusat distribusi dan perdagangan dunia. dimana pantai utara di Pulau Jawa itu jadi Dermaga. Dermaga besar tempat persinggahan para saudagar dari seluruh dunia. buat beli hasil bumi berupa rempah-rempah dari wilayah nusantara bagian timur.


 saking strategisnya pulau Jawa. VOC itu sampai ngebet banget mindahin markas pusat mereka yang tadinya di Ambon jadi ke Batavia di tahun 1616. dan sejak pemindahan markas VOC tersebut Batavia jadi pusat perdagangan yang paling ramai di Asia.


 karena ia semua kapal dagang hampir dipastiin bakalan singgah dulu di kota ini hasilnya pembangunan di Pulau Jawa. pada saat kalau misalnya dibandingin sama pulau lain ada banyak proyek pembangunan di Jawa yang dilakukan sama VOC dan juga pemerintah Hindia Belanda Selama ratusan tahun.


 beberapa diantaranya bisa kita lihat ya bahkan sampai sekarang. kayak gedung kantor pemerintahan pelabuhan di Semarang dan Surabaya. Sampai infrastruktur pendukung kayak Jalan Jembatan dan jalur kereta api di sisi lain di akhir abad 18 sampai awal abad 19 era kejayaan rempah mulai berakhir.


 nih dan digantiin sama era kemasan komunitas gula dan kopi dan lagi-lagi pulau Jawa jadi pemasok gula terbesar kedua di dunia. setelah kuba di pertengahan abad 19 hal ini juga nih yang bikin pengusaha lokal Nusantara asal Semarang namanya tuit tionghan bisa jadi salah satu orang terkaya di Asia pada masanya.


 di sisi lain pembangunan di wilayah timur Nusantara jadi makin ditinggalin. karena harga komoditas rempah jatuh gara-gara banyak di seluruh daerah lain.


 Oke sampai sini kita udah bahas Kenapa sih pulau Jawa udah jadi pusat ekonomi di nusantara bahkan Jauh sebelum Indonesia merdeka. tapi mungkin kamu masih penasaran gitu kita kan udah 77 tahun merdeka kenapa sampai sekarang ekonomi masih terpusat di Jawa dan belum terdistribusi ke daerah luar Jawa.


 persoalan ini sebenarnya Kompleks banget ya. karena ini tuh udah terpengaruh sama situasi sosial politik dan juga faktor alam selama berabad-abad. kaya yang aku ceritain tadi tapi di video ini aku Coba jelasin secara garis besar ya.


 pasca kemerdekaan Jakarta itu jadi ibukota negara karena sebelumnya udah dijadiin pusat pemerintahan sama pemerintah kolonial. dan tentunya punya kondisi infrastruktur yang paling memadai kalau misalnya dibandingin sama kota-kota besar lain. dan ketimpangan ini semakin meningkat ketika Bung Karno di pemerintahan orde lama bikin proyek mercusuar yang berisi program pembangunan kepala raksasa di zamannya.


 hasil pembangunan ini masih bisa kita lihat ya sampai sekarang kayak Monas gedung DPR Gelora Bung Karno dan masih banyak lagi. Semenjak itu sejak awal kemerdekaan daerah-daerah di pulau lain masih dirundung ketidakstabilan politik dan pemberontakan yang akhirnya bikin agenda pembangunan jadi teralihkan. nih sama operasi-operasi militer buat meredam pemberontakan daerah di era era selanjutnya.


 ketimpangan pembangunan di Jawa dan luar Jawa Makin gak terhindarkan karena adanya efek aglomerasi industri. efek aglomerasi adalah kondisi dimana pemusatan ekonomi di wilayah geografis yang berdekatan cenderung bikin percepatan ekonomi jadi makin cepat dan juga nguntungin.


 hal ini bikin banyak investor dan pengusaha nggak mau Nih ngambil risiko buat bikin proyek di wilayah lain. selain Pulau Jawa alasannya ya jelas dengan bikin pengembangan di Pulau Jawa. lingkungan di sekitar tuh udah mendukung buat percepatan proyek. itu penduduknya banyak fasilitasnya lengkap akses sumber daya juga gampang.


 Hal inilah yang bikin investasi di wilayah luar Jawa masih rendah banget kalau misalnya dibandingin sama wilayah Jawa. bayangin aja nih di tahun 2021 lalu dari seluruh dana investasi ke Indonesia 48% itu diinvestasi ke wilayah Jawa dan sisanya dibagi-bagi ke berbagai daerah lain.


 angka ini juga sebenarnya udah lumayan bagus kalau misalnya dibandingin sama tohun sebelumnya di mana investasi buat wilayah Jawa lebih dari Separuh tentunya. fenomena ini justru bikin pembangunan di wilayah lain jadi makin Tertinggal. karena cuman dikit nih investor yang minat di pulau lain.


 ya pada dasarnya kan Hampir semua investor dan pengusaha tentu Pengen dong cepat balik modal dan untung. sementara investasi di pulau lain gak bisa nawarin keuntungan yang cepat dengan pemusatan ekonomi.


  ujung-ujungnya banyak orang luar Jawa yang merantau ke Jawa. dan kampung halaman mereka jadi makin tertinggal lagi karena penduduknya lebih milih berkarya di Jawa. ketimbang ngebangun kampung halaman mereka.


 jadi fenomena ketimpangan ekonomi ini tuh udah mirip lingkaran setan yang terus berkaitan satu sama lain. Nah sekarang mungkin kita heran gitu ya. Kok bisa sih negara-negara maju punya pembangunan yang lebih merata.


 Kok kita nggak bisa sih niru gaya mereka.


 ada 3 faktor nih yang sebetulnya bikin banyak negara lain bisa punya pembangunan yang merata.


 yang pertama adalah faktor geografis dimana bisa dibilang Indonesia kurang diuntungin karena bentuk negara kita adalah kepulauan. dimana bentuk kepulauan ini jadi hambatan besar buat bisa distribusiin sumber daya antara satu pulau ke pulau lain.


 sementara di negara-negara maju kebanyakan daerah mereka bukan kepulauan besar kayak kita jadinya cukup satu proyek transportasi besar itu tuh udah bisa menjangkau seluruh pelosok wilayah negaranya.


 dimana keterhubungan antara kota besar sampai daerah ini ibarat itu urat nadi pembangunan distribusi bahan baku dan tenaga kerja jadi lebih fleksibel. sementara wilayah Indonesia yang bentuknya kepulauan hal itu bikin distribusi pembangunan jadi nggak praktis.


 kalau negara lain perlu bikin satu Proyek besar Indonesia perlu bikin beberapa Proyek besar secara terpisah buat bikin seluruh Indonesia terhubung.


 yang kedua perlu ada ketegasan dari pemerintah nih. buat mau dan rela untuk mulai pembangunan di daerah-daerah dan siap menerima konsekuensi kalau jangka waktu balik modalnya itu emang bakal lebih lama. karena kalau nggak dimulai mau sampai kapan daerah di luar Indonesia tuh nggak berkembang.


 di sinilah perlu ada pemisahan bahwa pengeluaran negara nggak melulu harus didasarin kepentingan bisnis dan keuntungan dari investasi. dan pemerintah di banyak negara maju bisa dibilang mereka tuh rela ngambil resiko ini. dimana pemerintahannya rela menggalakan Pembangunan Daerah tanpa terlalu mikirin keuntungan jangka pendek.


 salah satunya adalah gerakan Pembangunan Daerah Korea yang dinamain Samuel. ada juga gerakan transformasi desa di Cina yang bisa menyulap banyak desa jadi kota industri kelas dunia cashinzen dan juga Guangzhou.


 dan faktor yang ketiga adalah perencanaan matang jangka panjang yang bisa dibilang belum terlaksana dari pembangunan yang udah dilakuin di beberapa daerah. faktanya ada banyak banget pembangunan fasilitas yang nelen biaya sampai terdengar rupiah di berbagai daerah tapi nggak didasarin sama pertimbangan jangka panjang. seringkali pembangunan itu cuma dipicus sama momentum jangka pendek tapi nggak dipikirin nih faktor kebutuhan jangka panjangnya.


 beberapa contoh fasilitas pembangunan yang malah sepi serta ada resmi itu ada bandara Kertajati di Majalengka. biaya 2,6 Triliun Rupiah tapi nggak nerima penerbangan komersil sejak tahun 2020. terus ada juga bandara JB Sudirman di Purbalingga yang belum ada jadwal penerbangan padahal udah ngabisin 350 miliar rupiah. ada juga lrt di Palembang yang dinilai sepi penumpang padahal proyeknya itu besar banget sampai biaya lebih dari 10 Triliun Rupiah. 


Nah itulah beberapa faktor yang masih Jadi PR besar buat banyak pihak untuk bisa mewujudkan pembangunan dan ekonomi yang merata Indonesia.


 semoga video singkat ini bisa menambah wawasan kamu semua khususnya yang masih suka penasaran kenapa sih Indonesia ini terkesan terlalu terpusat di Jawa sampai ketemu lagi di video selanjutnya tetapi channel ngomongin uang karena ngomongin uang nggak ada habisnya